Friday, March 22

Hubungan Antara Kanker Paru dan Infeksi Hidung Tenggorokan

Hubungan antara kanker paru dan infeksi hidung tenggorokan (Istimewa)

Triwarta.com, Jakarta – Perlu diketahui dulu bahwa baik hidung, tenggorokan, dan paru merupakan kesatuan sistem pernapasan. Apabila salah satunya terganggu, pasti akan mengganggu fungsi yang lain juga.

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, saat paru-paru sudah terkena kanker, hidung dan tenggorokan bisa memunculkan berbagai gejala. Sebab, bakteri, virus, serta zat berbahaya lain pemicu kanker pasti melewati hidung dan tenggorokan terlebih dulu sebelum sampai di paru-paru.

“Jika berfokus pada kanker paru, meski pemicunya melewati hidung serta tenggorokan terlebih dulu, tetap saja yang mengalami keganasan adalah paru-parunya, bukan kedua organ tersebut. Hidung dan tenggorokan hanya sebagai penampil gejala dari kanker paru,” kata dr. Melyarna.

Beda halnya jika yang dibicarakan adalah kanker nasofaring (atas tenggorokan dan belakang hidung). Di hampir semua kasus kanker tersebut, nasofaring memang terinfeksi virus Epstein-Barr sehingga menyebabkan kerusakan DNA. Kerusakan DNA disebabkan oleh sel-sel yang membelah diri secara abnormal sehingga memunculkan kanker.

Sementara itu, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, gejala dari kanker paru yang paling awam ditimbulkan, antara lain batuk yang tak kunjung sembuh dan memburuk seiring berjalannya waktu (dahak juga makin banyak hingga bercampur darah), sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan secara drastis, perubahan suara, dan nyeri tulang.

Nah, adanya batuk merupakan gejala kanker paru yang timbul dari tenggorokan. Oleh sebab itu, apakah infeksi hidung dan tenggorokan bisa menyebabkan kanker paru, masih butuh penelitian lebih lanjut. Tetapi, keduanya memang dapat memunculkan gejala bagi kanker paru.

Sumber : KlikDokter

Penulis : Ana
Editor : Ulfa

Leave a Reply

%d bloggers like this: