Friday, March 22

Batasi Bermain Gawai Agar Otak Lebih Sehat

Anak bermain gawai (Istimewa)

Triwarta.com, Jakarta – Bermain gawai kini sudah menjadi salah satu kebiasaan anak untuk mengisi waktu luang atau mencari hiburan. Penyebabnya bisa beragam, salah satunya pergaulan dan lingkungan sekitar yang juga mengoperasikan gawai. Namun ternyata, kegiatan ini memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan otak anak.

Jika sudah terbiasa bermain gawai, memang cukup sulit untuk melepaskannya. Di satu sisi gawai membantu pekerjaan sehari-hari, namun di sisi lain gawai juga tak baik bila dipegang terlalu lama. Bila sudah tak terkontrol, anak bisa mulai kecanduan.

Kenali tanda anak Anda yang mulai kecanduan gawai, agar bisa diantisipasi sejak dini. Menurut dr. Resthi Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, ciri anak kecanduan gawai antara lain:

Menggunakan gawai di setiap waktu luang.
Terlihat gelisah bila tidak sedang menggunakan gawai.
Tidak tertarik dengan aktivitas lain selain bermain dengan gawai.
Enggan bepergian ke luar rumah.
Mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari.
Melanggar batas waktu menggunakan gawai yang diperbolehkan oleh orang tua.
Menggunakan gawai secara sembunyi-sembunyi.
Sulit berkonsentrasi di sekolah.
“Anak yang melakukan dua dari delapan hal di atas kemungkinan besar sudah mengalami kecanduan gawai. Bila itu terjadi pada anak Anda, diskusikan cara yang tepat untuk mengatasinya dengan pasangan,” kata dr. Resthie.

Penulis : Ana
Editor : Ulfa

Leave a Reply

%d bloggers like this: