Friday, March 22

Manfaat Urban Farming untuk Kesehatan

urban farming (Foto : wartapilihan.com)

Triwarta.com, Jakarta – Urban farming merupakan kegiatan berkebun yang dilakukan di perkotaan. Tren ini makin marak karena masyarakat semakin sadar akan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Dari segi ekonomi dan kesehatan, urban farming dinilai jauh lebih efektif.

Konsep urban farming sangat sederhana karena Anda tidak membutuhkan lahan luas. Anda bisa melakukannya di area yang sempit dan terbatas seperti halaman rumah, misalnya. Balkon rumah pun dapat Anda sulap jadi kebun kecil.

Selain membuat rumah lebih asri dan hijau, ada banyak manfaat lain yang dapat Anda peroleh dengan berkebun di perkotaan. Apa saja?

Mencukupi kebutuhan sayur dan buah untuk keluarga
Tidak perlu repot berbelanja sayur dan buah setiap hari ke pasar. Dengan urban farming, Anda dapat memetik langsung hasil panen setiap hari dari halaman rumah Anda.

Bebas pestisida
Bagi Anda yang ingin makan lebih sehat, urban farming solusinya. Tanpa menggunakan pestisida dan lebih segar karena langsung dipetik menjadikan masakan di rumah lebih terjamin kesehatannya.

Baik untuk kesehatan jangka panjang
Berkebun juga membuat Anda lebih mudah mengakses sayur dan buah, sehingga akan lebih rajin mengonsumsi makanan tinggi serat dan vitamin ini. Dalam jangka panjang, Anda akan semakin sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Ekonomis
Menanam sendiri sayuran dapat menghemat pengeluaran untuk keperluan dapur. Tidak perlu lagi berbelanja yang mahal-mahal di supermarket. Kini Anda dapat menanamnya sendiri di rumah.

Tubuh lebih kuat
Berkebun dapat membuat tubuh lebih kuat. Misalnya saat mencangkul, Anda tentu membutuhkan pergerakan tangan dan tumpuan kaki yang kuat. Selain itu, berkebun akan memaksa Anda untuk lebih sering keluar dan merasakan udara segar dan matahari sehingga darah pun menjadi lancar.

Menghilangkan stres
Sebuah studi di Belanda mengatakan bahwa berkebun dapat menangkal stres, bahkan lebih baik daripada kegiatan relaksasi lainnya. Studi lainnya di Norwegia menyebutkan bahwa berkebun mungkin membantu memperbaiki gejala-gejala depresi.

Menciptakan lapangan pekerjaan dan penghasilan bagi keluarga
Ketika urban farming telah lebih maju, mungkin Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk bercocok tanam. Dan saat hasil panen bisa dijual ke berbagai tempat, ini tentunya dapat menjadi lahan penghasilan baru bagi Anda.

Untuk melakukan urban farming, Anda hanya membutuhkan hal-hal di bawah ini:

Bibit
Bibit dapat dibeli pada toko yang menjual alat-alat pertanian.

Media pembenihan
Anda dapat menyiapkan serbuk sabut kepala dan sekam bakar ataupun kompos untuk menjadi media pembenihan. Atau, Anda dapat membeli media yang sudah jadi sehingga bisa langsung digunakan.

Wadah
Anda bisa menggunakan pot, polybag, atau kotak bekas sayuran buah.

Peralatan berkebun
Siapkan peralatan berkebun seperti sekop, atau alat lain untuk mengaduk dan meratakan tanah. Sarung tangan serta penyiram tanaman juga diperlukan.

Jika berminat untuk melakukan urban farming, mulailah lakukan dari sekarang. Perbanyak membaca referensi atau menanyakan langsung kepada orang yang telah berhasil melakukannya. Anda juga dapat bergabung dengan komunitas-komunitas berkebun. Selain mendapatkan banyak teman, juga bakal membuat Anda lebih semangat lagi.

Untuk memastikan hasil panen urban farming tetap berkualitas, jagalah sistem irigasi dan tanah tempat melakukan penanaman. Air dan tanah yang terkontaminasi bisa merusak kualitas sayur dan buah yang dipanen dari halaman Anda.

Penulis : Ana
Editor : Ulfa

Leave a Reply

%d bloggers like this: