Sunday, March 24

Tanda Usus Buntu Akan Segera Pecah

(Foto: hellosehat.com)

Triwarta.com, Jakarta – Setiap orang pasti pernah mengalami sembelit dan diare setidaknya sekali di sepanjang kehidupannya. Akan tetapi, walaupun lebih jarang, radang usus buntu atau apendisitis juga cukup sering ditemui.

Bila tidak segera diobati, radang usus buntu dapat membuat usus robek (pecah) dan menyebarkan berbagai kuman di dalamnya ke dalam rongga perut. Hal ini dapat membahayakan jiwa penderitanya.

Walaupun tidak semua kasus apendisitis akan menyebabkan usus robek, akan tetapi semakin lama gangguan ini tidak diobati, maka semakin besarlah resikonya. Untuk itu, mengetahui gejala apendisitis sedini mungkin sangatlah penting. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala usus buntu yang perlu Anda waspadai. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala ini.

Nyeri Perut yang Lebih Hebat Daripada Biasanya

Apendisitis biasanya akan menyebabkan nyeri perut hebat yang menjalar dari pusar ke perut kanan bawah. Namun, bukan berarti bila Anda mengalami gejala ini, usus buntu Anda akan segera pecah. Akan tetapi, untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan USG perut atau CT scan perut.

Pada beberapa kasus, nyeri perut yang dirasakan penderita apendisitis dapat berbeda. jika perut Anda terasa nyeri saat Anda berjalan, batuk, atau karena guncangan saat berada di dalam mobil; maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa dinding perut Anda sudah meradang. Pada keadaan ini, usus buntu Anda sudah hampir pecah atau mungkin sudah pecah.

Mual, Muntah, dan Tidak Nafsu Makan

Saat Anda mengalami mual, muntah, dan tidak nafsu makan; Anda mungkin hanya mengalami flu perut dan tidak semua penderita apendisitis mengalami gejala ini. Akan tetapi, bila Anda mengalami gejala ini dan nyeri perut hebat; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Peradangan pada usus buntu kadangkala dapat mempengaruhi bagian lain dari saluran pencernaan dan menyebabkan terjadinya mual dan muntah.

Menjadi Lebih Sering BAK

Pada beberapa orang, usus buntu terletak lebih rendah daripada orang lainnya, yaitu sangat dekat dengan kandung kemih. Bila usus buntu ini meradang, maka kandung kemih juga akan meradang dan teriritasi. Akibatnya, orang tersebut pun akan merasa ingin terus buang air kecil dan merasa nyeri saat berkemih. Karena hal ini juga dapat merupakan gejala dari infeksi saluran kemih, maka perlu dilakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikannya.

Demam dan Menggigil

Demam dan menggigil menandakan bahwa ada peradangan pada suatu bagian tubuh Anda. Jika usus buntu Anda meradang, maka tubuh Anda akan melepaskan sejumlah zat kimia untuk “membunyikan” tanda bahaya dan melawan infeksi yang terjadi, yang dapat menimbulkan rasa nyeri lokal, demam, dan menggigil. Jadi, bila Anda mengalami nyeri perut atau demam Anda menjadi semakin memburuk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.

Kesadaran Menurun

Jika Anda mulai merasa bingung atau mengalami disorientasi, maka hal ini merupakan tanda bahwa infeksi di dalam tubuh Anda sudah semakin memburuk dan mungkin sudah mulai memasuki aliran darah Anda (sepsis), yang dapat berakibat fatal.

Hal ini bukan berarti infeksi sudah menyebar hingga ke otak, akan tetapi karena infeksi sudah sangat berat, maka tubuh pun memerlukan lebih banyak oksigen untuk melawan infeksi, sehingga oksigen yang masuk ke dalam otak akan berkurang, yang membuat otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.

Sumber: womenshealthmag

Leave a Reply

%d bloggers like this: