Monday, March 25

Cara Mengenali Potensi Si Kecil

cheerful child with painted hands on white background (Foto: Istimewa)

Triwarta.com, Jakarta – Potensi anak bisa saja mulai timbul sejak dini, namun biasanya baru mulai dapat dikenali lebih jelas pada usia 2 tahun sampai 4 tahun. Ada beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur potensi anak, antara lain perkembangan pola pikir, kemampuan berkomunikasi, daya ingat, fokus dan daya tangkap, motivasi untuk belajar, serta rasa keingin tahuan yang besar.

Selain itu, anak yang berbakat dapat menunjukkan salah satu atau beberapa ciri berikut:

Menunjukkan bakat khusus yang dimilikinya, seperti kemampuan artistik atau bermain dengan angka.
Memiliki rasa ingin tahu besar, ditandai dengan tidak berhenti untuk bertanya segala hal yang ingin diketahuinya.
Mempunyai kemampuan bicara dan perkembangan berbahasa yang lebih cepat dibanding anak seusianya.
Mampu mengingat informasi yang didapatkan, baik dari televisi, buku, atau dari cerita orang lain.
Menunjukkan perkembangan kemampuan yang lebih maju dan lebih cepat jika dibandingkan dengan anak seusianya.
Mampu berkonsentrasi untuk melakukan satu hal dalam waktu yang lama.
Terlihat aktif dan tertarik untuk melakukan kegiatan yang sulit.
Secara umum, potensi Si Kecil dapat dibagi ke dalam enam jenis keterampilan penting, yaitu:

Keterampilan verbal
Salah satu bentuk keterampilan verbal adalah kemampuan berbahasa. Anak-anak yang berbakat dalam kategori ini biasanya menunjukkan perkembangan kemampuan berbahasa yang signifikan pada usia 2 tahun.

Keterampilan fisik
Keterampilan fisik meliputi kemampuan anak dalam bergerak. Contohnya adalah menari atau bermain bola.

Keterampilan interaktif
Keterampilan interaktif melibatkan kecerdasan interpersonal. Anak dengan keterampilan ini, memiliki kemampuan yang baik untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Biasanya, dia akan mudah bergaul dengan siapa saja.

Keterampilan kreatif
Keterampilan kreatif merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide yang baru serta berguna. Salah satu tanda anak memiliki keterampilan kreatif adalah mampu menemukan cara baru dalam mengatasi masalah. Misalnya, membuat bangunan baru yang berbeda dari instruksi pada mainan balok yang diberikan.

Keterampilan kognitif
Keterampilan kognitif bisa diartikan sebagai kemampuan berpikir, mengingat, serta memahami sesuatu. Anak yang memiliki keterampilan ini mampu menangkap suatu hal baru dengan cepat.

Keterampilan motorik halus
Anak dengan keterampilan motorik halus memiliki kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan otot kecil dari anggota tubuh. Keterampilan ini biasanya melibatkan koordinasi mata dan gerakan jari-jari tangan. Selain membantu eksplorasi pembelajaran dan kreativitas anak, keterampilan motorik halus juga memegang peranan pada aktivitas sehari-hari yang mendukung kemandirian anak, seperti menyikat gigi, mencuci tangan, membuka pintu, atau mengancingkan pakaian.

Penulis: Fariana

Editor: Ulfa

Leave a Reply

%d bloggers like this: