Sunday, March 24

Bahaya Dibalik Penggunaan Sedotan Bagi Tubuh

(Foto: klikdokter.com)

Triwarta.com, Jakarta – Seberapa sering Anda menggunakan sedotan untuk minum? Berdasarkan penggunaannya, sedotan mentransfer minuman dari wadah ke mulut dengan cara menyedot air dari dalam wadah. Beragam bentuk sedotan dibuat, namun yang paling dominan adalah sedotan plastik. Namun tahukah Anda, bahwa sedotan sebenarnya memberikan dampak negatif jika dipakai secara intens?

Dilansir dari Reader’s Digest, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda waspadai dari penggunaan sedotan:

Menggunakan sedotan berbahan dasar tertentu, khususnya plastik, sama dengan menghirup lebih dari sekadar minuman. Nesochi Okeke-Igbokwe, seorang dokter dan ahli kesehatan, mengatakan bahwa saat menghisap sedotan Anda juga menelan udara berlebih yang disebut aerophagia dan bisa membuat perut kembung.

“Penumpukan udara berlebih di saluran pencernaan dapat meningkatkan kebiasaan sendawa untuk melepaskan udara yang tertelan,” kata Okeke-Igbokwe.

Mirip dengan penggunaan sedotan, makan makanan terlalu cepat dan minum cairan berkarbonasi juga bisa berkontribusi untuk membuat Anda menelan banyak udara.

Menimbulkan keriput
Menurut Dr. Sejal Shah, seorang dokter kulit asal Amerika Serikat, menghirup sedotan adalah salah satu kebiasaan sehari-hari yang menyebabkan kulit keriput. Menggunakan sedotan secara teratur berarti memaksa otot-otot Anda melakukan gerakan berulang mengerucutkan bibir.

Gerakan ini memecah kolagen yang terletak di dekat mulut dan menyebabkan lipatan kulit permanen.

Sumber kerusakan gigi
Minum dari sedotan disebut menjadi solusi yang baik untuk menghindari gigi berlubang. Namun ternyata, itu hanyalah mitos belaka. Faktanya, gula dari soda serta asam dari anggur dan kopi masih dapat menyentuh gigi Anda, bahkan ketika minum melalui sedotan.

Saat minum lewat sedotan, cairan akan mengenai gigi geraham Anda. Dalam keadaan tersebut kemungkinan besar akan terjadi gigi berlubang.

Selain itu, sedotan juga dapat berpengaruh terhadap perubahan warna pada gigi. Namun, itu semua tergantung pada letak sedotan di dekat gigi. Satu-satunya cara penggunaan sedotan yang aman dan melindungi gigi adalah jika ujungnya berada di bagian belakang mulut, sehingga cairan langsung masuk ke tenggorokan tanpa menyentuh gigi.

Mengandung zat kimia berbahaya
Poin inilah yang paling penting. Sedotan plastik biasanya terbuat dari polypropylene, yakni sejenis plastik yang terbuat dari minyak bumi. Meskipun Food and Drug Administration (FDA) menemukan makanan polypropylene aman, namun bahan kimia dari plastik juga bisa bocor ke dalam air.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science juga menunjukkan bahwa senyawa tersebut bisa memengaruhi kadar estrogen pada manusia, sehingga memengaruhi kesuburan seseorang, khususnya pada wanita.

Tinggalkan sedotan plastik untuk lingkungan
Kebiasaan minum menggunakan sedotan kini perlahan mulai berkurang karena orang mulai menyadari bahayanya bagi kesehatan. Dilansir dari Liputan6.com, gerai kopi Starbucks berencana untuk meninggalkan penggunaan sedotan plastik per tahun 2020 mendatang.

“Langkah ini adalah yang bisa kami lakukan untuk mengurangi pemakaian sedotan. Tidak memakai sedotan adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan demi lingkungan ” ucap Colleen Chapman, Wakil Presiden Starbucks.

Sisa-sisa pembuangan materi berbahan plastik seperti sedotan, ternyata cukup menyakiti lingkungan, terutama lautan. Berdasarkan data dari Get Green Now, sedotan plastik ada di urutan 11 dalam daftar sampah plastik terbanyak yand ditemukan di laut.

Hasilnya, 1 juta burung laut dan 100 ribu hewan laut mati karena memakan plastik. Ditambah lagi, butuh 200 tahun untuk menguraikan sampah plastik.

Selain Starbucks, perusahaan-perusahaan besar lain juga telah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi pemakaian sedotan plastik, di antaranya adalah McDonalds dan Hotel Marriot International.

Anda sering menggunakan sedotan? Hati-hati, penggunaan sedotan khususnya yang berbahan plastik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan di atas. Yuk, berhenti menggunakan sedotan plastik untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.

Penulis: Fariana

Leave a Reply

%d bloggers like this: