Friday, March 22

Efek Negatif Media Sosial pada Otak

(Ilustrasi : Brilio.net)

Triwarta.com, Jakarta – Media sosial saat ini begitu masif penggunaan dan pengaruhnya. Memang tidak ada salahnya untuk membuka atau sekadar mengecek yang menarik di media sosial, tetapi waspadalah, sebab ada beberapa efek negatif untuk otak jika terlalu sering bermain media sosial.

Pada era yang serba digital seperti sekarang ini, media sosial menjadi suatu kebutuhan yang tidak terelakkan lagi. Media sosial bisa menghubungkan yang jauh menjadi dekat, dan bahkan sekarang ini sudah bisa dijadikan bisnis yang menjanjikan.

Namun, jika pemakaiannya tidak terlalu tepat, ini juga bisa menjadi “penyakit” sosial baru dalam masyarakat. Bahkan, lebih parahnya lagi, media sosial ternyata bisa merusak kinerja otak yang sangat berbahaya.

Melansir dari Reader’s Digest, ada beberapa dampak buruk yang terjadi apabila Anda kecanduan medsos.

1. Menghabiskan banyak uang
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial terlalu sering mungkin berkorelasi dengan kontrol diri yang lebih rendah. Hal ini akan menyebabkan pengeluaran lebih banyak karena penjualan barang-barang yang sangat menarik dan kemewahan yang ditampilkan di medsos membuat orang ingin melakukan hal yang serupa.

2. Membuat selera makan bertambah
Menurut Women’s Health, foto-foto makanan yang bagus dapat mengaktifkan pusat otak dan mendorong pecandu medsos untuk makan berlebihan. Sebuah studi menunjukkan, melihat gambar makanan setelah makan bahkan dapat memicu rasa lapar.

3. Mengacaukan kemampuan untuk berpikir secara mandiri
Sebuah studi dari HP Labs menemukan bahwa orang lebih cenderung mengubah selera mereka terhadap hal-hal tertentu. Artinya, mereka akan lebih mudah setuju terhadap apa yang populer di medsos.

4. Menurunkan kepercayaan diri
Peneliti dari dua universitas di Jerman menemukan bahwa satu dari tiga orang yang disurvei merasa lebih kesepian dan frustrasi setelah menghabiskan waktu di Facebook. Mereka cenderung membandingkan diri dengan teman-temannya, sehingga merasa tidak pernah cukup.

5. Interaksi di dunia nyata menjadi berkurang
Susan Greenfield dari Oxford University menyebut generasi mendatang akan lebih sering berinteraksi lewat online daripada bertemu langsung.

6. Kehilangan waktu tidur
Melatonin adalah hormon di dalam tubuh Anda yang mengatur tidur. Tingkat melatonin yang tinggi dapat membantu Anda tidur, sementara tingkat melatonin yang rendah mengakibatkan Anda kesulitan untuk tidur.

Harvard Health Publishing of Harvard Medical School mengatakan cahaya biru yang dipancarkan dari layar ponsel pintar Anda bisa mengurangi tingkat melatonin dalam tubuh. Bisa dikatakan, membuka atau mengecek media sosial, terutama di malam hari, dapat benar-benar membuat waktu tidur Anda berantakan.

7. Halusinasi soal “notifikasi palsu”
Sebuah studi dalam jurnal Computers in Human Behavior mengamati halusinasi soal getaran notifikasi pada mahasiswa. Beberapa mahasiswa percaya bahwa ponsel mereka bergetar atau berbunyi, padahal tidak. Ini mungkin menimbulkan masalah jika Anda selalu memeriksa ponsel karena merasa memiliki notifikasi untuk dilihat.

Amati efek-efek negatif di atas, jika Anda sudah pernah mengalaminya. Bisa jadi Anda benar-benar mengalami ketergantungan pada media sosial. Main media sosial dengan ponsel pintar Anda memang asyik, tapi lebih asyik lagi berinteraksi langsung dengan orang. Jadi, mulai sekarang gunakanlah media sosial secara cerdas!

Penulis : Fariana

Leave a Reply

%d bloggers like this: