Sunday, March 24

Beberapa Faktor Penyebab Timbulnya Asma

(Foto: Istimewa)

Triwarta.com, Jakarta – Benarkah penyakit asma sukar untuk disembuhkan? Apakah anak dari kedua orangtua yang menderita asma memiliki kemungkinan lebih besar mengidap asma dibandingkan dengan anak lain? Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terserang asma, beberapa diantaranya adalah faktor yang bisa datang baik dari luar maupun dari dalam diri si penderita.

Asma adalah suatu gangguan saluran pernapasan yang disebabkan karena terjadinya inflamasi atau peradangan sehingga terjadi penyempitan pada saluran pernapasan, biasanya keadaan ini ditandai dengan sesak napas dan suara ngiik ngiik (wheezing) pada saat menghembuskan napas.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab awal timbulnya asma, dan faktor–faktor tersebut juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. Berikut ini beberapa contoh faktor penyebab timbulnya asma.

Allergen
Allergen adalah zat yang ada di dalam lingkungan yang biasanya dapat memunculkan reaksi alergi, seperti debu rumah tangga, kutu rumah, serbuk bunga, spora jamur bahkan zat yang terdapat dalam makanan ataupun minuman. Setiap jenis allergen memiliki dampak yang berbeda bagi para penderita, ada penderita yang sensitif terhadap debu yang terdapat diudara namun sebagian penderita lain lebih sensitif terhadap serbuk bunga. Kuantitas zat juga berpengaruh, karena beberapa penderita asma masih dapat mentolerir jumlah zat dalam batas tertentu.
Bagi penderita asma yang telah mengetahui jenis zat apa yang dapat memicu serangan asmanya kambuh, sebaiknya menjauhi kontak dengan zat tersebut agar intensitas serangan asmanya berkurang.

Keturunan
Jika kedua orangtua mempunyai riwayat alergi, hampir 50 % dari anak–anaknya memiliki kecendrungan untuk mengidap alergi pula (termasuk asma). Kalau hanya satu orangtua saja yang mengidap alergi kecenderungan anaknya mengidap alergi hanya sekitar 35 %. Sebaliknya sekitar 15 % anak–anak dengan orangtua yang tidak mempunyai riwayat alergi masih memiliki kemungkinan untuk terserang asma. Namun hingga saat ini mekanisme faktor keturunan yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit asma masih belum jelas.
Dalam penelitian lain, ditemukan bahwa hampir 80 % anak–anak menderita asma ternyata memiliki ibu yang juga mengidap asma. Jadi, adanya faktor keturunan tetap harus diwaspadai.

Oksidan Di Udara
Oksidan yang dimaksud disini adalah hasil produksi yang dapat mencemari udara seperti asap pabrik, asap kendaraan bermotor dan asap rokok. Oksidan yang ikut terhirup saat kita bernafas akan menyebabkan inflamasi atau peradangan pada lapisan saluran pernapasan hal inilah yang sering kali menyebabkan terjadinya serangan asma. Pada beberapa kasus telah terbukti bahwa keadaan udara yang berpolusi berat akan mengakibatkan seorang penderita asma mendapat serangan berulang, bahkan serangan tersebut akan cenderung lebih parah dari pada serangan sebelumnya.

Tekanan Yang Berlebihan Atau Stress
Orang yang mengidap asma akan lebih sensitif jika mendapat tekanan yang berlebihan, biasanya penderita asma akan lebih sering mendapatkan serangan saat sedang dalam keadaan stress atau saat emosi sedang tidak stabil. Maka disarankan bagi orang–orang yang berada disekitar orang yang mengidap asma agar tidak membuat hal yang nantinya bisa menimbulkan kecemasan berlebihan pada diri si penderita, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya serangan.

Penggunaan Obat–Obat Tertentu
Ada beberapa jenis obat – obatan yang dapat memicu terjadinya serangan pada penderita asma, contohnya pada pemakaian obat penyekat beta yang non–kardioselektif, seperti propanolol, nadolol, oxprenolol, pindolol, dan sebagainya. Penggunaan obat–obatan dengan jenis–jenis tersebut dapat memungkinkan terjadinya efek serangan pada penderita asma.
Sebaiknya para penderita asma memberitahukan riwayat penyakit yang dimilikinya jika sedang berobat, sehingga dokter dapat lebih berhati–hati dalam memberikan jenis obat dan memperhatikan kandungan yang ada di dalam obat tersebut.

Cuaca Dingin
Cuaca yang dingin dapat menyebabkan serangan bagi penderita asma, karena ada beberapa penderita asma tidak mampu menoleransi cuaca dingin. Maka sebaiknya bagi para penderita asma yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap cuaca dinggi, lebih mengantisipasi dengan mempersiapkan baju hangat dan obat darurat jika sedang bepergian ke tempat dengan cuaca yang dingin.

Beberapa faktor tersebut dapat membuat penderita mendapat serangan asma, namun ada salah satu olahraga yang dapat meredakan penyakit asma yaitu renang. Penderita asma biasanya tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan olahraga yang terlalu berlebihan, tapi dengan melakukan olahraga renang organ pernapasan jadi lebih terlatih sehingga ritme pernapasan bisa lebih teratur. Berenang diharapkan dapat mengurangi intensitas serangan bagi para penderita asma, jadi tidak ada salahnya untuk mencoba olahraga yang satu ini loh.

Penulis: Sherly
Editor: Ulfa

Leave a Reply

%d bloggers like this: