Monday, March 25

Email Pekerjaan dan Kesehatan Mental

Kesehatan mental secara medis (Istimewa).

Triwarta.com, Jakarta – Para peneliti meminta para peserta untuk mengisi survei selama empat hari berturut-turut. Pertanyaan-pertanyaannya meliputi seberapa sering mereka memeriksa email kerja di luar jam kerja, serta seberapa lama mereka melakukannya. Peserta juga melaporkan perasaan cemas dan konflik yang mereka miliki dengan orang lain akibat kebiasaan ini.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membuka email pekerjaan di waktu yang tidak seharusnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental secara nyata. Ia dapat memicu stres, depresi, hingga gangguan lainnya.

“Pihak kantor mungkin berpikir bahwa konektivitas yang berlangsung terus, sekali pun itu terjadi di waktu yang seharusnya, dapat menguntungkan karena bakal mendapatkan produktivitas yang lebih banyak dari karyawan,” ujar William Becker, peneliti dari Virginia Tech.

Namun di sisi lain, penelitian yang dilakukan Becker dan tim menunjukkan bahwa hal tersebut malah menambah biaya jangka panjang perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan mesti mengeluarkan biaya kesehatan bagi karyawan yang mengalami kelelahan, stres, hingga depresi.

Penting bagi sebuah perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan istirahat karyawan di luar jam kerja. Di sisi lain, karyawan pun harus sadar dengan akhir pekannya yang berharga dan tidak diperuntukkan sebagai momen menyelesaikan tugas kantor.

“Setiap individu (karyawan) juga harus menerapkan batas pada pekerjaan, di mana mereka harus mematikan perangkat kantor dan memaksimalkan hari liburnya,” lanjut Becker.

Leave a Reply

%d bloggers like this: