Monday, March 25

Wirdha Sylvina Dilarang Temui Dhawiya di Tahanan

Wirdha Sylvina
Wirdha Sylvina saat memberi keterangan pres [Foto: Ibnu Hajar]
Triwarta.com – Putri kedua Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Wirdha Sylvina, semakin merasa dibuang oleh pihak keluarga setelah mengetahui bahwa dirinya tidak boleh membesuk Dhawiya Zaida, adiknya, yang sedang mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, terkait kasus penyalahgunaan narkotika.

Wirdha merasa bahwa keluarganya telah memberikan daftar nama-nama ke kantor kejaksaan terkait orang yang boleh membesuk Dhawiya. Puncaknya, ketika pihak Rutan Pondok Bambu menolak kehadiran Wirdha saat ingin membesuk Dhawiya, Kamis (19/7/2018).

Ternyata pengacara baru Dhawiya, Reyno Yohanes Romein merilis surat yang berisi daftar nama-nama keluarga yang boleh membesuk Dhawiya. Ironisnya, namua Wirdha tidak ada di daftar itu. Dan surat itu menjadi pegangan petugas rutan untuk melarang Wirdha membesuk adik kandungnya sendiri.

Padahal sebelumnya, dirinya masih diperbolehkan untuk membesuk adiknya yang sedang mengalami masalah berat. Surat yang berisikan daftar nama-nama itu baru diterima oleh pihak kejaksaan pada Senin (16/7) lalu.

“Jelas yang saya rasakan adalah kecewa. Sejak di take over oleh pengacara yang baru ini terasa banget saya semakin dipersulit dan dibatasi untuk berkomunikasi dan bertemu dengan Dhawiya. Adik saya semacam diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan orang-orang yang peduli dengan persoalan yang sedang dihadapinya,” ujar Wirdha kepada sejumlah awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, Dhawiya masih punya banyak teman, sahabat dan keluarga yang masih sayang dan mau memberikan perhatian. “Mungkin kami masih bisa menghibur dia di dalam penjara, mengapa harus diperlakukan seperti ini,” ungkap Wirdha sambil terisak.

Wirdha yakin apa yang diperbuat pengacaranya itu tanpa sepengetahuan Dhawiya. Wirdha yang mengaku sangat dekat dengan Elvi Sukaesih yang biasa dipanggil Ummi juga yakin, ibunya itu dihasut orang-orang disekitarnya sehingga terjadi semua persoalan ini.

“Saya juga mempertanyakan, tujuannya apa, dan hubungan kekeluargaan seperti apa yang mereka inginkan. Saya merasa seperti orang yang dilempar, sendiri, sekarang saya tidak boleh bertemu adik kandung saya sendiri. Ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

Kisah perseteruan antara Elvy Sukaesih dan Wirdha Sylvina berawal ketika suami Wirdha, Jecky Alatas, mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Dhawiya, yang merupakan anak Elvy.

Wirdha merasa ada pihak-pihak yang memiliki ambisi tertentu dalam kasus yang dihadapi Dhawiya. “Yang ditangani suami saya ini adalah kasus adik saya, kasus kakak-kakak saya, ipar saya dan segalanya itu, progresnya jelas. Terus tiba-tiba diputus begitu saja, terus saya tidak boleh marah. Saya tidak boleh sakit hati atau kesal. Saya punya hati. Kok begini banget sih. Entah apa yang sudah dihasut, saya juga tidak mengerti,” ungkapnya.

Jecky Alatas yang mendampingi istrinya, Wirdha Sylvina saat jumpa pers itu ikut angkat bicara. Setelah dirinya tidak terlibat lagi dalam proses pembelaan kasus Dhawiya. “Bukan semata-mata saya menginginkan menangani kasusnya Dhawiya. Tidak. Walaupun seandanya nanti diminta pun saya sudah tidak mau. Harusnya mereka tahu dan paham apa yang sudah dilakukan istri saya saat pertama kasus ini terjadi. Saat itu tidak ada yang memberikan perhatian dan bantuan kecuali istri saya dan saya. Sekitar 10 hari setelah saya mundur, baru bermunculan, baru mereka eksis,” ungkapnya.

Jecky mengungkapkan, dirinya sudah mau mengundurkan diri sejak Dhawiyah masih di tahanan Polda Metro Jaya. Namun Dwahiya sempat memohon agar dirinya jangan mundur, begitu juga dengan istrinya yang memohon agar tetap dampingi Dhawiya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: