Friday, March 22

Blokir Tik Tok Dibuka, Konten Negatif Masih mengintai

Triwarta.com – Setelah sempat diblokir selama sepekan sejak Selasa (2/7) lalu, aplikasi video musik kreatif Tik Tok kembali dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini (11/7).

Aplikasi besutan pengembang asal Tiongkok Bytedance ini diblokir karena dianggap sarat konten negatif yang bisa berdampak buruk terhadap perkembangan anak-anak. Konten negatif yang ditemukan dan dilaporkan antara lain pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lain-lain.

Rupanya, tim Tik Tok langsung mendatangi pihak Kemenkominfo paska pemblokiran aplikasi yang telah diunduh sebanyak 500 juta kali di Playstore ini (atau terbanyak ketujuh di dunia pada kuartal I tahun 2018), mampu membuktikan komitmen mereka untuk memenuhi syarat yang diminta oleh pemerintah.

Menkominfo Rudiantara mengajukan sejumlah syarat agar blokir Tik Tok dapat dibuka. Tik Tok diminta melakukan pembersihan konten-konten yang mengandung pornografi di dalam platform tersebut, Tik Tok juga diminta melakukan filterisasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Komitmennya sudah dipenuhi yaitu punya kantor untuk memonitor konten berikut dibentuknya tim monitoring, masalah batasan, parental guidelines, batasan umur, dan lain sebagainya sudah dipenuhi,” cetus Dirjen Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan.

“Mereka juga terus meningkatkan sistem dan layanannya, misalnya adanya sistem monitoring, perbaikan report button untuk konten negatif agar memudahkan kontrol bagi pengguna,” imbuhnya.

Jika anak Anda termasuk yang keranjingan membuat video di Tik Tok atau aplikasi sejenis (misalnya Musical.ly), apa yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan keamanan?

1. Ubah setting profile akun menjadi private sebelum video diunggah anak. Anda tidak ingin orang asing melihat logo sekolah atau keberadaan anak Anda di mana saat ia mengunggah videonya, bukan? Setidaknya hanya circle orang-orang yang telah Anda kenal atau setujui untuk bisa melihat postingan anak.

2. Jangan lupa untuk menyembunyikan informasi lokasi dalam setting ponsel.

3. Beritahu anak agar ia tidak menuliskan informasi terlalu banyak dalam biodata atau user name-nya.

4. Jangan juga biarkan anak mengunggah foto atau video yang ‘mengundang’. Bisa jadi anak tidak menyadarinya. Sebaiknya, Anda juga familiar menggunakan aplikasi tersebut dan memantau setiap unggahan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: