Friday, April 20

Trauma dan ketakutan, korban Gatot Brajamusti menangis di persidangan

Triwarta.com – Sidang Gatot Brajamusti dengan dugaan tindak asusila dengan wanita berinisial CT digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (21/11). Sidang yang mengagendakan mendengarkan keterangan saksi ini menghadirkan CT sebagai korban.

Namun sebelum memberikan keterangannya, CT meminta jaksa penuntut umum (JPU) untuk memohon kepada majelis hakim agar mengeluarkan Gatot Brajamusti dari ruang sidang. Pasalnya, CT masih mengalami trauma dan ketakutan jika berhadapan dengan Aa Gatot.

Saksi korban pun menangis saat mengisahkan kronologi tindak asusila yang diduga dilakukan terdakwa Gatot Brajamusti.

Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadiman ketika sidang diistirahatkan sementara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

“Waktu menceritakan kronologi CT sempat menangis,” ujar Hadiman kepada awak media.

Dalam persidangan tersebut, menurut Hadiman, saksi korban juga tidak bersedia memberikan kesaksiannya apabila Gatot juga berada di ruang sidang.

Karena itu “Kami meminta kepada majelis untuk tidak mempertemukan korban dengan terdakwa. Hakim mengabulkan permohonan kami sehingga Gatot Brajamusti dikeluarkan selama pemeriksaan berlangsung dan korban bisa memberikan keterangan seperti apa yang ia sampaikan,” ia menambahkan.

Setelah Gatot dipersilakan keluar ruangan sidang, lanjut Hadiman, wanita 27 tahun ini mampu memberikan keterangan yang baik sepanjang sidang kendati bagian tertentu ia mengaku lupa karena peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi ketika ia masih berusia 16 tahun.

“Ya namanya kejadian sudah lama, kadang korban ada yang lupa. Seperti kejadian apa dan tanggal berapanya. Kemudian, setelah (kesaksian) CT, ada ayah dan ibunya juga yang menjadi saksi,” terangnya.

Saat ini, sidang perkara kasus asusila masih berlanjut. Sebelumnya Gatot telah disidang atas kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar.

Leave a Reply

%d bloggers like this: