Monday, January 22

Memperkenalkan Budaya Lokal Banyumas Lewat Film Satria

Triwarta.com – Pembuatan film dengan kekuatan budaya lokal sepertinya tengah marak dilakukan beberapa pemerintah daerah. Apalagi kesuksesan film Laskar Pelangi, yang membawa dampak positif terhadap kemajuan ekonomi daerah Bangka Belitung. Belum lagi kesuksesan film asal Makassar Uang Panai yang penontonnya mencapai 450 ribu orang, angka yang menggiurkan buat beberapa pemda di tanah air. Salah satunya Ralia dan Gula Kelapa Pictures yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kwarcab Banyumas berencana memproduksi film bermuatan budaya lokal. “Banyumas dan sekitarnya memiliki kekuatan budaya dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi tokoh-tokoh nasional banyak lahir dari Banyumas, Jend. Gatot Subroto, Jend. Soedirman, Prof. Soemitro Djoyohadikusumo. “Ujar Syamsul Masdjo Arifin produser Ralia Pictures saat menggelar Media Gathering di Pallas cafe, Senayan Jakarta Selatan.

sementara Esti Naomi selaku produser Ralia Pictures menambahkan, soal kuliner, Banyumas juga tidak kalah dengan daerah lain, seperti Mendoan, Getuk Goreng, sate bebek, cetil, tiwul. “Siapa yang nggak kenal tempe mendoan, getuk goreng Sokaraja?” Ujar Esti Naomi.

Semangat wong Banyumas dalam menggapai impian untuk menjadi orang sukses dan menjadi orang besar di Republik ini perlu menjadi suri tauladan bagi generasi milenia sekarang ini. “Jend. Soedirman, Jend. Gatot Subroto contoh nyata, dari rakyat jelata dengan pendidikan rendah tapi bisa menjadi jendral dan tokoh nasional. Tanpa perjuangan dan tekad besar mustahil hal itu bisa dicapai. Semangat inilah yang ingin kami tularkan lewat film Satria,” jelas Jaka T Alfianda eksekutif produser Gula Kelapa.

Sebagai daerah yang juga memiliki destinasi wisata yang bisa menjadi tujuan wisatawan lokal maupun nasional seperti Baturaden. Pemerintah Kabupaten Banyumas memandang perlu adanya film yang bisa menjadi sarana promosi tentang sosial budaya dan wisata. “Kami berharap film Satria bisa menjadi sarana promosi sosial budaya dan wisata kabupaten Banyumas. Sehingga nantinya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat. Seiring penayangan film Satria nantinya.” Ujar H. Ahmad Husein Bupati Banyumas saat bincang dengan awak media di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas belum lama ini.

H.Ahmad Husein selanjutnya mengatakan, ia mendukung gagasan putra daerah yang berada di perantauan dan bergulat di dunia perfilman yang akan memproduksi film layar lebar berjudul Satria. Film Satria yang rencananya akan mulai syuting bulan November 2017 ini merupakan inisiatip dari kawula muda yang ingin mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budayanya.

“Karena gagasan ini bagus, maka saya dukung,” ujar bupati lagi.

“Masyarakat Banyumas dikenal dengan karakter kepahlawanannya, kecablakaannya dan kesederhanaannya,” ujarnya lagi.

Oleh karenanya dalam film tersebut Bupati Banyumas ingin lebih menonjolkan karakter Banyumasan dan memperkenalkan sumber daya alammnya.

“Sumber daya alam ini adalah karunia Tuhan yang nantinya akan berjalan secara natural. Sumber daya alam bisa habis. Sedangkan sumber daya manusia merupakan kekayaan yang tiada habisnya.” ujarnya menutup bincanganya.

Selaku Sutradara Jito Banyu berjanji akan menggarap film Satria secara maksimal. ‘Sebagai putra daerah tentu saya akan menghadirkan film yang membawa misi budaya dan edukasi buat penontonnya. Dan saya berharap setelah menonton film Satria, penonton akan makin memahami arti sebuah perbuatan untuk mencapai survive di kehidupannya. Dan yang lebih penting menghargai perjuangan para pahlawan nasional asli Banyumas,” janji sutradara yang sukses menggarap Film Angeline dan Psikopat.

Jito menegaskan sekalipun mengangkat budaya lokal Banyumas dan sekitarnya tapi film Satria juga bicara soal kebhinekaan dan kecintaan terhadap NKRI. “Jadi sekalipun film Satria kontennya lokal tapi isu nasional tetap kami angkat,” tandas pria asal Sokaraja, Banyumas Jawa Tengah ini.

Film Satria didukung artis beken Pangky Suwito, Jajang C Noer, Pong Harjatmo, Rianty Catwright, Yama Carlos,, Elvira Devinamira, Melayu Nicole

Leave a Reply

%d bloggers like this: