Saturday, February 24

Polisi Tak Permasalahkan Surat ‘Curhat’ Kecewa Pretty Asmara

Triwarta.com – Artis Pretty Asmara menulis sebuah surat berisi kekecewaannya atas tuduhan sebagai pengedar narkoba. Surat tersebut dibuat Pretty pada 14 Agustus 2017 lalu yang dituangkan dalam enam lembar kertas disertai tanda tangan dan nama lengkap Pretty.

Pretty dalam suratnya itu merasa dijebak atas apa yang menimpanya sekarang. Sebab, saat penangkapan dilakukan padanya, ia hanya menyiapkan beberapa artis sebagai pembawa acara.

Terkait hal itu, Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Alexander tidak mempermasalahkan surat Pretty. Dony menjelaskan, berkas perkara Pretty telah dikirim tahap pertama ke Kejaksaan Tinggi DKI. Kini, pihaknya tengah menunggu hasil penilaian kejaksaan.

“Masih dalam proses penyidikan ya, berkas perkara telah dikirim tahap pertama. Menunggu dari Kejaksaan untuk melihat proses administrasi berkas tahap pertama termasuk hal yang bersangkutan membuat surat atau statement atau apapun,” ucap Dony di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (24/8) sore.

Dony berkata akan berkoordinasi dengan kuasa hukum Pretty soal surat yang di buat oleh Pretty. Namun, Dony menyebut jika semuanya bisa disampaikan dalam persidangan.

“Itu nanti dalam proses persidangan saja ya, itu haknya dia menyampaikan itu,” ujarnya.

Pretty Asmara bersama seseorang bernama Dani ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 2,04 gram beserta alat hisapnya, 23 butir pil ekstasi, dan 38 butir pil H5 atau Happy Five serta uang tunai sebanyak Rp 25 juta, di sebuah hotel di Kemayoran, (Minggu, 16/7/2017).

Saat ditangkap, Pretty bersama tujuh rekannya berada di sebuah ruangan karaoke di hotel tersebut dan hendak mengadakan pesta.

Adapun isi surat yang dibuat oleh Pretty sebagai berikut:
SURAT UNTUK SAHABAT/ MASYARAKAT INDONESIA

Assalamualaikum Wr. Wb.
Malam ini adalah hari ke-29 saya, Pretty Asmara ditahan di Rutan Polda atas sebuah tuduhan sebagai pengedar narkoba. Apakah definisi pengedar. Dan siapa yang punya hak menyebut seseorang sebagai pengedar?

Saya adalah seorang Party Organizer, pekerjaan saya adalah membuat sebuah event. Saat seseorang menyewa jasa saya, dan kemudian dia membawa, memiliki dan menggunakan narkoba, apakah itu akhirnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya??

Saya ditangkap dan sudah ditahan selama 29 hari… Akan tetapi di manakah ALVIN?? ALVIN DI MANA…???

Pada malam Minggu itu saya diminta membuat sebuah event dengan mengundang teman-teman artis sebagai pengisi acara. Saya mengundang Lia Emilia, Melly Karina, Daniar, Asri, Erlyn, Sisi, Gladysta, Anneke Caroline, PJ, tapi anehnya sampai tengah malam belum ada satupun undangan ALVIN yang datang… padahal acara malam itu mulai dari jam 6 sore.

Kira-kira pukul 8 malam, saya mengajak ALVIN naik ke kamar bertemu Hamdani, kakak angkat saya yang malam itu juga berada di Hotel Mercure. Di kamar, ALVIN mengeluarkan alat & shabu dan mengajak saya dan Hamdani untuk pake bareng… Tetapi saya tolak karena memang saya tidak mengkonsumsi narkoba.

Setelah bertemu Hamdani di kamar, kami pun turun lagi ke Room Karaoke… Kira-kira pukul 12 malam, ALVIN meminta saya untuk turun ke lobby untuk mengambil uang, termasuk juga fee event malam itu. Dan tepat setelah saya menerima amplop uang dari supir ALVIN tiba-tiba polisi berpakaian preman menangkap saya.

Malam/dini hari itu saya ditangkap bersama Hamdani dan teman-teman saya yang berada di Room… tetapi di manakah ALVIN…?? Saya keluar dari Room, kemudian di Lobby saya ditangkap mungkin cuma berjarak 5-10 menit… sangat singkat & aneh kalo tiba-tiba ALVIN ini sudah menghilang…

Apakah adil kalo saat ini saya ditangkap & ditahan sementara ALVIN bebas???

Jakarta, Rutan Polda, 14 Agustus 2017

Pretty Asmara

Leave a Reply

%d bloggers like this: