Thursday, August 16

Festival Tukang Besi Pulau Binongko padukan budaya dan wisata Wakatobi

Triwarta.com – Pemerintah Kabupaten Wakatobi tengah giatnya mempromosikan kekayaan alam dan budayanya. Beberapa gelaran festival pun acapkali diselenggarakan. Salah satu adalah gelaran Festival Pulau Tukang Besi, Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Festival Pulau Tukang Besi, Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dibuka langsung oleh Bupati Wakatobi, Arhawi Ruda saat membuka Festival Pulau Tukang Besi, di Lapangan Lamedadi, Pulau Binongko, Minggu (26/3).

Dalam sambutannya, Bupati Arhawi mengatakan, festival wisata berbasis kepulauan seperti Festival Pulau Tukang Besi telah dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Beberapa festival yang dilaksanakan diantaranya Festival Barata Kahedupa di Pulau Kaledupa, festival Pulau Tomia di Tomia.

“Hal ini adalah wujud kenginginan pemerintah daerah untuk mendorong tumbuh kembangnya kreatifitas masyarakat Wakatobi dan perputaran ekonomi di semua pulau. Selain itu juga untuk lestarikan nilai luhur budaya dan peradaban masyarakat wakatobi,” kata Arhawi.

Selain itu, kata Arhawi, dengan terselenggaranya Festival Pulau Tukang Besi, diharapkan dapat mendukung terciptanya transaksi ekonomi bagi penduduk dan masyarakat Binongko, seperti penyewaan Homestay, Kuliner dan transportasi.

“Dengan kegiatan ini, saya targetkan terjadi perputaran uang dalam festival pulau tukang besi selama pelaksanaanya, hingga miliyaran rupiah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Wakatobi, Arhawi bersama rombongan disambut dengan Tarian Kanjara di Festival Pulau Tukang Besi. Anntusias masyarakat setempat pun menyambut baik festival tersebut. Kemeriahan terlihat dari hadirnya pengunjung tua maupun muda yang memadati sepanjang Pelabuhan Rukua, Kecamatan Binongko.

Di dalam pembukaan Festival Tukang Besi Pulau Binongko, ini turut mendampingi Bupati Arhawi, yakni Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Supranoto, S.I.K, Sekda Wakatobi, Muh. Ilyas Abibu, dan pajabat teras lainnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: