Friday, March 22

Diana Sastra Menjungkir-balikan Tarling Demi Kesetaraan Gendre Musik

Triwarta.com – Setelah berkutat di wilayah Pantura dan namanya sudah berkibar di seputar Indramayu, Cirebon, Majalengka dan Brebes. Diana Sastra sang biduan, Ratu Tarling tengah mencoba mencari keberuntungan di industri musik Tanah Air. Lewat tangan Agi Sugiyanto, bos Pro Aktif yang sukses mempopulerkan kelompok Trio Macan menjadi grup vokal yang mumpuni di Indonesia.

“Saya mendapat dukungan moral dari pak Agi, katanya jangan jago kandang di wilayah Pantura tapi harus go nasional. Akhirnya saya coba deh,” kata Diana ketika bincang dengan awak media di Radio Muara Cipinang Jakarta Timur Rabu (28/2)

Diana Sastra yang sejak usia remaja telah ‘kejeblos’ di dunia tarling. Sehingga tak mengherankan, ia pun mendapat cap Ratu Tarling juga julukan Dewi Pantura.

“Iya karena kebetulan saya berkesenian di tarling, mungkin cara gampangnya para penggemarku bikin julukan dengan Si Ratu Tarling atau Si Dewi Pantura. Koq, jadi kelihatan heboh ya?” ungkap Diana yang terbiasa menyapa penggemarnya di atas panggung dengan teriakan Sedulur FDS (Fans Diana sastra).

Meskipun ia menyimpan rasa kecintaan yang tingginya terhadap kesenian tarling. Namun Diana Sastra mengungkapkan, kalau kesenian tarling belum mendapatkan ‘kursi empuk’ di industri musik Indonesia, berbanding terbalik dengan musik pop, rock atau dangdut.

Bila ingat dengan lagu tarling Pemuda Idaman yang akhirnya bisa men-nasional. Bukan tak mungkin lagu Jurangan Empang yang dinyanyikan kembali Diana sastra lewat labet ProAktif Musik. “Saya pikir nasib lagu tarlingan Juragan Empang bisa masuk!dan diterima di kancah nasional,” Ujarnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: