Sunday, March 24

Andhara Early Syok Ponakannya Jadi Korban Pembunuhan di Pulomas

Triwarta – Pembawa acara Andhara Early mengenang bahwa korban perampokan di Pulomas, Dodi Triono (59), adalah sosok yang rendah hati dan sederhana.

“Orangnya sangat rendah hati dan sederhana. Orang yang positif banget enggak pernah punya pikiran negatif kepada siapapun dan apapun,” ujar Early saat dijumpai di Gedung Trans, Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Dodi merupakan korban tewas bersama lima korban lainnya dalam peristiwa perampokan yang disertai dengan pembunuhan di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur.

Mantan istri Dodi, Almyanda Saphira atau Vira, adalah sepupu Early. Diona Arika (16) anak pertama Dodi dan Dianita Gemma (9) anak ketiga Dodi ikut menjadi korban tewas. Mereka adalah keponakan Early.

Early menambahkan, ia terakhir bertemu pria yang sudah ia kenal selama 20 tahun itu pada Lebaran 2016 lalu. Ketika itu ada acara halal bihalal yang digelar Dodi di kediamannya.

“Dia (Dodi) selalu ngundang acara-acara tertentu kayak Lebaran kemarin kumpul keluarga. Acara ulang tahun keponakan juga,” kata Early.

Selain sosok Dodi, kedua keponakannya yang tewas pun juga membekas diingatan Early. Sedangkan putri Dodi dan Vira yang selamat adalah Zanette Kalila atau Anet (13), ia adalah anak kedua pasangan tersebut.

“Ponakan makin gede-gede. Udah ABG, gaya bicara sama kayak teman, aku ngeliat Arika sosok yang dibilang bukan anak kecil lagi, perkembangan mereka luar biasa, demikian juga Anet. Ketemu setahun sekali perkembangannya pasti signifikan banget ya. Kenangan yang bisa aku dapat ya terakhir momen itu aja,” ucapnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: